Iman Katolik
Liturgi Gereja
 

      

fr_pramono65x91.jpgMulai edisi kali ini, akan sedikit dibahas mengenai liturgi yang dipakai Gereja Katolik selama perayaan Ekaristi. Istilah ‘liturgi’ berasal dari bahasa Yunani leitourgia, artinya karya pelayanan bagi Allah dan sesama. Yang memberikan pelayanan secara sempurna kepada Allah dan sesama adalah Yesus Kristus sendiri. Liturgi Gereja merupakan perayaan iman Gereja. Yang kita hadirkan dalam dalam liturgi Gereja adalah misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus; kita kenal dengan sebagai Misteri Paskah.

Liturgi adalah perayaan seluruh Gereja. Gereja di sini berarti imam yang memimpin Ekaristi dan semua umat beriman yang hadir dari berbagai wilayah, paroki. Liturgi dipandang sebagai perayaan resmi. Yang termasuk bidang liturgi adalah Perayaan Ekaristi, perayaan sakramen baptis, krisma, tobat, pengurapan orang sakit, perkawinan, tahbisan, ibadat harian (doa brevir – biasa didoakan para imam, biarawan-biarawati, dan  boleh pula didoakan oleh awam).
      
Tentu saja sebagai perayaan resmi, liturgi memiliki aturan-aturan yang patut ditaati. Semua aturan itu dibuat agar kita dapat menghayati liturgi dengan lebih baik. [Fr. A.Pramono].
  
Beda Liturgi dan Peribadatan 

      

Ada perbedaan antara liturgi dan peribadatan. Liturgi adalah perayaan yang sifatnya resmi Gereja. Yang memimpin adalah romo, dan aturannya lebih ketat. Ibadat sifatnya tidak resmi, lebih longgar aturannya. Yang memimpin ibadat bisa prodiakon, suster, bruder, frater, atau awam.

      

Peribadatan Gereja ada tiga macam: Ibadat Sabda, Ibadat Devosional, Ibadat Sakramentali. Ibadat Sabda, misalnya ibadat yang dilakukan di lingkungan atau wilayah yang dipimpin prodiakon, Ibadat hari Minggu atau lainnya di suatu paroki atau wilayah karena tidak dapat diselenggarakan Misa Kudus.

      
Ibadat Devosional, misalnya: Doa Rosario, Adorasi Ekaristi, Ibadat Jalan Salib, serta ibadat devosional lainnya. Ibadat Sakramentali ada beberapa macam, yaitu: pemberkatan dahi anak-anak dengan tanda salib; pemberkatan orang sakit, jenasah, keluarga, pertunangan, ibu melahirkan, orang lanjut usia; pemberkatan orang yang akan bepergian, peziarah; pemberkatan rumah, toko, bengkel, biara, gedung, sarana perhubungan (jalan, gang, dst), alat-alat transportasi (mobil, motor, sepeda, dll), sawah, ternak, alat kerja, pengikraran kaul biarawan-biarawati, pemberkatan alat-alat liturgi (paramenta/pakaian liturgi); pemberkatan salib, rosario, jalan salib, patung/lukisan suci, Kitab Suci, benda-benda devosi; pemberkatan gereja, altar; serta eksorsisme atau pengusiran setan. Berbagai ragam liturgi dan peribadatan tersebut menunjukkan betapa kayanya Gereja Katolik dengan tata cara liturgi dan peribadatan. Kita patut bersyukur dan menghayatinya, agar kita dapat semakin memuliakan Tuhan melalui liturgi dan peribadatan. [Fr. A.Pramono].
 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today144
YESTERDAY177
WEEK682
Month5490
All288532

RC Facebook