Renungan
Tumbuhkan Iman Anak
 fr_pramono65x91.jpg
Sebuah keluarga menjadi tempat bertumbuhnya iman anak dan anggota keluarga.  Ada kisah dalam sebuah keluarga, dimana Pak Jose dan istrinya yang selalu membawa kedua anaknya ke gereja pada hari Minggu. Mereka selalu mengikuti Ekaristi hari Minggu di gereja. Mereka berusaha datang tepat waktu, karena jika terlambat, tidak akan kebagian tempat duduk, dan mereka harus rela ikut Ekaristi dari luar gereja. Setelah Ekaristi, biasanya mereka mampir ke rumah makan favorit keluarga itu untuk menikmati makan siang. Ada suasana kebahagiaan dalam keluarga Pak Jose. Keluarga mereka dikuatkan dan disatukan melalui Ekaristi, serta dipererat dengan makan bersama.

Orangtua punya tanggungjawab yang pertama dan utama dalam pertumbuhan iman anak. Lingkungan terdekat anak adalah keluarga. Maka orangtua wajib membimbing anak-anak mereka agar tumbuh dalam iman. Kita dapat mencontoh teladan Keluarga Kudus Yesus, Maria, Yusuf  dalam menumbuhkan iman anak. Orangtua Yesus membawa Yesus ke Bait Allah untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Mereka ingin menguduskan Yesus. Sebagai sebuah keluarga, kita juga dapat menguduskan anak-anak kita. Menguduskan di sini berarti: kita mengarahkan anak-anak kepada Allah, dapat melalui Ekaristi, doa bersama, ziarah, maupun berbagai kegiatan yang semakin mendekatkan anak kepada Allah.
      
Bapak Uskup Agung Jakarta pernah menyampaikan surat untuk  keluarga-keluarga, yang menarik untuk disimak kembali. Bapak Uskup menyampaikan bahwa keluarga-keluarga hendaknya mensyukuri kehadiran semua anggota keluarga, karena di situ Yesus hadir bersama Roh-Nya yang mengasihi dan menyelamatkan. Bersama dengan Maria dan Yusuf, para orangtua hendaknya mensyukuri kehadiran putra-putri mereka. Anak-anak juga perlu mensyukuri kehadiran dan kasih orangtua. Iman anak-anak sungguh-sungguh perlu diperhatikan. Pendidikan iman anak terutama adalah tanggungjawab orangtua. Keluarga-keluarga hendaknya meneladani Keluarga Kudus Yesus, Maria, Yusuf, agar anak-anak semakin bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada dalam diri anak-anak. [Fr. A. Pramono].
 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today12
YESTERDAY181
WEEK373
Month5181
All288223

RC Facebook