Renungan
Hari Peringatan Arwah Umat Beriman
di Api Penyucian


Bulan Nopember, bulan kesebelas, kedua terakhir dari susunan kalender tahunan kita, selalu dipersembahkan untuk mendoakan arwah-arwah dari semua orang beriman yang sudah dipanggil menghadap Tuhan. Terlebih lagi, tanggal 2 November sudah menjadi hari khusus doa untuk arwah orang beriman. Kebiasaan/tradisi doa arwah ini sudah dilakukan oleh Gereja sejak ditetapkan dalam Konsili Firenze (tahun 1439) dan Konsili Trente (tahun 1563). Bahkan Konstitusi Dogmatis tentang Gereja dari Konsili Vatikan II (tahun 1965) dengan tandas menyatakan: “Karena sangat mengakui persatuan seluruh Tubuh Mistik Kristus, maka Gereja musafir sejak zaman dini agama Kristen, merayakan peringatan orang-orang mati dengan amat khidmat dan karena suci serta bermanfaat. Anggapan: berdoa untuk orang yang sudah meninggal agar dibebaskan dari dosa-dosanya (2 Mak 12:46), maka Gereja juga memanjatkan doa permohonan bagi mereka” (LG 50).

Ayat terakhir dari bacaan pertama hari minggu ini yang jatuh pada hari Minggu pertama bulan ini justru yang dikutipkan oleh dokumen penting dari konsili Vatikan II tadi sebagai salah satu dasar alkitabiah untuk memohonkan pengampunan dosa terutama lewat Ekaristi untuk mereka yang sudah wafat. Bacaan kedua membawa suatu peringatan iman dari St. Paulus tentang kenyataan hidup duniawi ini. Jangan kita hidup meraup segala kemungkinan dan kenikmatan seakan dunia ini milik kita dan kita akan tetap selamanya ada di atas dunia ini. Baiklah kita sadar, demikian nasihat St. Paulus, bahwa: “Kemah dunia ini akan dibongkar” (2Kor 5:1a), jadi kita harus berjuang untuk masuk ke dalam “tempat kediaman di sorga, suatu tempat kediaman yang kekal” (2kor 5:1b). Dan selagi kita masih di kemah dunia, kita pun wajib berdoa buat mereka yang sudah mendahului kita agar diizinkan masuk ke kediaman kekal itu. Doa-doa kita diarahkan kepada Yesus Sang Tersalib karena Dia pasti mendengarkan doa, mengampuni dosa dan yang berkuasa memberi tempat dalam kemah kekal, yaitu surga yang abadi. Kisah Injil sangat meneguhkan, karena pendosa yang disalibkan itu ternyata menerima pengampunan dan langsung dijamin tempat di surga, Firdaus yang kekal. Marilah kita dengan iman mendoakan semua sanak kerabat kita agar diampuni dosa dan diterima dalam hidup abadi di surga yang kekal. (Romo John Lefteuw MSC)

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today635
YESTERDAY1142
WEEK4502
Month9729
All256188

RC Facebook