SOROTAN : Wawancara dengan Johanes Hasjim - DUK


PASTORAL BERBASIS DATA


Wawancara dengan Johanes Hasjim:

DUK

(Database Umat Katolik)


DPH-JohnBERBICARA mengenai pastoral berbasis data, rasanya relevan apabila membicarakan sosok salah satu anggota Dewan Paroki Harian (DPH) ini. Johanes Hasjim yang menjabat sebagai Sekretaris I dalam jajaran DPH merupakan konseptor awal berjalannya sistem Database Umat Katolik (DUK) yang ada di Gereja Regina Caeli.


PAROKI Pantai Indah Kapuk telah berinisiatif membentuk Tim Data Paroki yang bertanggungjawab untuk mengakomodir pembaharuan data umat. Seiring dengan rencana pembentukan Tim Data Paroki, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mengundang Sekretaris Dewan Paroki se-KAJ untuk menggaungkan sistem pastoral berbasis data. Gereja Regina Caeli pun memantapkan langkah untuk membentuk Tim Data Paroki. Warta RC mendapatkan kesempatan untuk mewawancara beliau mengenai Pastoral Berbasis Data. Berikut adalah wawancara singkat dengan Johannes Hasjim.


 

Apa yang dimaksud dengan Pastoral Berbasis Data?


Pastoral berbasis data adalah program yang dicanangkan oleh KAJ yang pada intinya adalah mengutamakan data umat untuk menunjang pelayanan dan kegiatan pastoral. Keuskupan menginginkan data umat yang lengkap dan detail agar nantinya dapat dilihat demografi dan statistik perkembangan umat di KAJ. KAJ menginginkan segala pelayanan dan kegiatan pastoral bahkan khotbah pastor pun mengacu kepada data umat di paroki bersangkutan. Hal ini diupayakan agar kegiatan dan pelayanan pastoral kepada umat paroki disesuaikan dengan kebutuhan umat, sehingga tepat sasaran. Setiap paroki pasti memiliki karakter, budaya, dan kebutuhan umat yang berbeda, tidak mungkin disamakan.


Mengapa Regina Caeli mengutamakan Pastoral Berbasis Data?


Alasan utamanya adalah karena mengikuti arahan dari KAJ yang menginginkan masing-masing paroki dapat memberikan data umat secara lengkap dan detail. Tahun 2013 ini KAJ juga telah mencanangkan sebagai Tahun Persaudaraan. Paroki kita juga sudah menetapkan salah satu sasaran strategis di bidang persaudaraan ini. Nah, kalau data umat ini dapat dimanfaatkan secara maksimal, kita dapat mengetahui umat mana saja yang tidak aktif atau umat yang mulai jarang aktif, sehingga kita akan sangat terbantu sekali memikirkan langkah-langkah untuk merangkul mereka demi terjalinnya persaudaraan antar umat. Dengan data yang ada, umat basis pun dapat digerakkan. Detailnya data umat yang masuk ke dalam sistem, seperti usia, profesi, golongan darah dapat digunakan oleh seluruh lingkungan, seksi, kelompok dan lainnya. Misalnya dengan data usia, bisa dilihat jumlah lansia dalam satu lingkungan atau jumlah anak yang sekolah di sekolah Katolik maupun non-Katolik. Dengan data demikian, kita juga dapat melihat apakah anak-anak yang bersekolah di sekolah non-Katolik sudah mengikuti pembinaan iman di Sekolah Bina Iman; kalau belum, apa yang bisa dibuat oleh lingkungan..


Apa harapan mendatang atas sistem Pastoral Berbasis Data untuk kelangsungan kehidupan Gereja secara menyeluruh?


Harapan saya tentunya agar sistem yang telah dirancang dan sedang berjalan ini dapat terus dilanjutkan hingga ke tahun-tahun berikutnya. Bahkan ketika kepengurusan berganti, semoga tidak berhenti dan terputus begitu saja. Karena sangat disayangkan apabila sistem yang sudah berjalan baik ini kemudian tidak dilanjutkan, seperti kembali ke titik nol. Pengisian data umat ini bukan hal yang mudah, butuh dua tahun penuh sampai pada akhirnya seluruh data hampir tuntas terisi. Saat ini yang perlu dilanjutkan hanya peng-update-an data, misalnya ada anggota keluarga salah satu KK menerima Sakramen Krisma atau ada umat baru. Tinggal hal- hal seperti ini yang perlu kita jalani dan lanjutkan.


Sejauh ini, saya sudah cukup puas dengan sistem yang sudah ada. Pembaharuan sistem terus dilakukan sambil melihat kebutuhan-kebutuhan lainnya. Semoga ke depannya sistem ini dapat terus diperbaharui seiring dengan kebutuhan-kebutuhan pastoral di masa mendatang. Saat ini, sistem yang sudah berjalan baru sampai output berupa Kartu Keluarga (KK); untuk kegiatan di lingkungan masih belum dijalankan. Sekarang yang sedang diuji coba adalah data katekumen; jadi nanti data katekumen dan output berupa surat-surat baptis akan dicoba untuk dimasukan ke dalam sistem. Jadi, nantinya akan ada data jelas mengenai jumlah katekumen di paroki ini setiap tahunnya, dari mana asal mereka, dan sebagainya. Hal ini sudah dibicarakan dengan Seksi Katekese dan semoga di pembaptisan berikutnya sudah mulai bisa diaplikasikan.


Ya, semoga ke depannya, seksi-seksi lain juga dapat mulai menggunakan sistem dan data umat ini untuk peningkatan pelayanan maupun penunjang kegiatan. Hingga saat ini, kelompok yang telah menggunakan basis data umat ini adalah Kelompok Orang Muda Katolik (OMK). Ini dapat terlihat kan dari terbentuknya OMK Wilayah dan beberapa kelompok kategorial kaum muda, seperti Kelompok Kerja dan Mahasiswa Katolik (KKMK) dan Truly Youth Truly Catholic (TYTC) yang disesuaikan dengan range umur. Ini adalah salah satu contoh yang baik bahwa data umat dapat dimaksimalkan untuk perkembangan suatu komunitas. Kalau di tingkat lingkungan, sejauh ini yang saya ketahui, Lingkungan St. Yohanes sudah mulai menggunakan data umat ini. Pada tingkat Dewan Paroki Harian (DPH) pun kita telah melakukan uji coba, misalnya untuk kehadiran dalam rapat DPH mulai dimasukkan agar ada datanya; juga untuk kebijakan pemekaran lingkungan.


Adakah kiat-kiat yang dilakukan oleh Gereja untuk menyadarkan dan mensosialisasikan pentingnya data umat bagi kelangsungan Gereja dari tingkat Lingkungan hingga Paroki?


Sebenarnya yang paling utama adalah sosialisasi ke tingkat lingkungan secara berkala agar terjadi pembaharuan semangat dan kesadaran dari para pengurus lingkungan akan pentingnya data umat bagi perkembangan lingkungan masing-masing. Dalam bulan-bulan ini, kita merencanakan untuk mengadakan sosialisasi kembali ke lingkungan-lingkungan. Saya juga mengharapkan kesadaran dari pengurus lingkungan akan pentingnya data umat ini bagi kelangsungan, pertumbuhan, pelayanan dan kegiatan pastoral lingkungan masing-masing. 

 

Ancilla Felisiani


 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today29
YESTERDAY235
WEEK867
Month264
All289994

RC Facebook