Keluarga Yang Mengasihi


Nyanyian Mama yang Sumbang


YacintaSendukYacinta Senduk SE, SH, MBA, LLM

Yemayo Advance Education Center


 

Raka, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun, merasa geli ketika diberikan tugas untuk meminta mamanya bernyanyi dan sekaligus menilai baguskah mamanya menyanyi. Raka dibesarkan dari keluarga yang ayah dan ibunya pekerja keras. Bentuk kasih sayang yang diberikan oleh orangtua sering hanya berupa materi, dari games elektronik, handphone, uang saku dalam jumlah besar. Secara materi ia sungguh berkelimpahan. Tetapi ibunya seringkali mengeluhkan tentang ketidakpedulian Raka terhadap usaha ayah-ibunya, yang dibangun dengan susah payah demi keluarga.


”Aneh banget ini tugas! Masa minta mama menyanyi! Aneh banget, aneh banget!” ulangnya berkali-kali. Walaupun Raka memang bukan anak yang mudah menurut, kami tahu bahwa hatinya sangat baik.


Saat tugas dikumpulkan, kami bertanya, ”Bagaimana Raka, sudah mendengarkan mama menyanyi?” tanya pelatih.


”Sudah, coach!” jawabnya pendek. Tapi tampak hari ini, Raka tidak terlalu banyak bicara. Ada sesuatu yang dipikirkannya.


”Lalu, bagaimana hasilnya?” tanya pelatih lagi.


”Iya, kebetulan dua malam lalu, keluarga kami berkumpul di ruang tengah. Saya beritahu mama tentang tugas ini. Saya sebenarnya sangat malu lho, coach. Tapi saya heran, mama saya tersenyum dan mama nyanyi lho, coach... Beneran nyanyi. Waduh! Mana suaranya sumbang banget! Saya bilang aja sama mama, suara mama jelek deh!” kata Raka. ”Biasanya sih, coach, mama pasti marah-marah kalau saya ejek-ejek gitu. Tapi, mama malah jawab, ‘Tidak apa, buat mama, mama senang bisa bernyanyi untukmu. Anak mama yang sudah besar! Jangan lupa ya, mama pernah menyanyi untuk Raka’.”


”Lantas, bagaimana menurutmu, Raka?” tanya pelatih.


Nggak tau, coach. Saya cuma heran, mengapa mama senang menyanyi untuk saya?” tanyanya.


Pelatih menjawab, ”Selama ini, mungkin mama merasa tidak pernah Raka dengarkan. Dan mama sangat ingin Raka dengarkan. Ketika Raka benar-benar mendengarkan, walaupun penilaianmu jelek terhadap nyanyiannya, bagi mama itu sangat berarti.”


”Ternyata, mama tidak sulit dibuat senang ya, coach,” kata Raka serius; padahal, biasanya Raka suka cengengesan dan bertingkah laku yang membuat orang lain jengkel.


Setelah kejadian itu, kami menerima laporan dari ibu Raka bahwa Raka sudah banyak berubah. Ia mau menemani sesekali mamanya pergi; tidak kasar lagi dengan papa-nya; sudah mau bicara pada adik-adiknya dengan sopan. Tadinya, Raka berpikir bahwa menyenangkan orang lain harus dengan cara yang sulit, seperti membelikan barang-barang dan melakukan hal-hal yang besar. Namun saat ”mendengarkan dengan sungguh saja” sudah dapat menyenangkan hati seseorang. Raka semakin termotivasi untuk melakukan banyak hal untuk menyenangkan orang-orang di sekitarnya.


”Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” (Roma 2:6-8)  

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today86
YESTERDAY401
WEEK1422
Month12460
All258919

RC Facebook