Baptis Anak


Seksi Katekese:

Baptis Anak


Wow! Sabtu lalu (26/11) sebanyak 16 anak dan bayi menerima rahmat baptisan di Gereja Regina Caeli.


Lantun lagu “Pintu satu-satunya, Tuhan Yesus..” terdengar merdu mengawali upacara baptis anak/bayi sore itu. Suasana bahagia sedang menaungi hati para orangtua karena keselamatan  Tuhan akan diterima oleh putra-putrinya dalam upacara baptis, sebuah upacara sakral yang hanya diterima sekali seumur hidup. Sejak seminggu sebelumnya mereka telah menyiapkan hati dan pikiran  dengan menghadiri acara rekoleksi dan gladi resik. Satu demi satu anak dan bayi menerima kucuran air suci sebagai simbol pembaptisan oleh Rm. Bonie yang sebelumnya sempat menggulirkan beberapa pertanyaan kepada para orangtua dan wali baptis tentang kesungguhan hati dan kesediaan mereka memikul tanggungjawab.


Nama-nama santo yang dipilih oleh beberapa orangtua  pada pembaptisan kali ini adalah St. Jeremy, St. Samuel, St. Wenceslaus, St. Emmanuel, St. Nikolas, St. Michael, dan St. Klemens. Sedangkan untuk para puterinya orangtua memilih  St. Anna, St. Claudia, St. Maria, St. Elizabeth, St. Angela, St. Isabela, St. Leticia, St. Katarina, dan St. Sesilia sebagai santa pelindung.


St. Sesilia adalah salah satu orang kudus yang populer dan namanya sering dipakai untuk nama baptis. Konon Sesilia adalah seorang gadis Roma yang tampil sebagai contoh gadis Kristen sejati. Sesilia yang semenjak kecil telah berikrar kepada Allah untuk hidup suci murni dan tidak menikah, terpaksa harus menikah dengan Valerianus yang kafir. Namun pada akhirnya Valerianus bersedia dibaptis Paus Urbanus atas permintaan Sesilia demi keinginannya untuk dapat melihat malaikat pelindung Sesilia. Ketika ia kembali ke rumah, didapatinya Sesilia sedang berdoa didampingi malaikat yang membawa 2 mahkota bunga untuk Sesilia dan dirinya. Valerianus sangat terharu akan penampakan ajaib dan pengalaman iman itu. Kemudian mereka berdua mulai rajin menguburkan jenazah-jenazah orang Kristen yang pada saat itu sering dikejar-kejar dan dianiaya bahkan dibunuh oleh Kaisar Roma yang berkuasa. Sampai suatu hari mereka harus menghadapi kemartirannya yang akhirnya membuat banyak orang bertobat dan mengimani Kristus.


Kisah St. Sesilia menggerakkan hati Vincentius Harley dan Vincentia Linawati, umat dari Lingkungan Maria de Angeli, agar putri semata wayangnya Sesilia Jacquelyn meneladani kesetiaan St. Sesilia. “Selain itu, pembaptisan merupakan tanda dan sarana kehadiran Tuhan, bukan? Tentu saja kami ingin Sesil merasakan kehadiran Tuhan sedini mungkin”, timpal sang ibu. Layaknya para orangtua baptisan yang lain, (1) menjadikan berdoa sebagai satu kebiasaan dan (2) membiasakan hidup menggereja, adalah cara-cara awal yang akan ditempuh mereka dalam membangun iman putra-putrinya.


Rm. Bonie pada kesempatan itu menjelaskan pula makna samir dan lilin. Samir putih melambangkan bahwa anak-anak ini telah mengenakan Kristus sehingga orangtua dan wali baptis diminta membantu mereka untuk tetap hidup suci di hadapan Allah yang kini sudah menjadi Bapa mereka. Sedangkan lilin putih bernyala melambangkan bahwa mereka telah menerima cahaya Kristus yang bangkit dengan mulia. Maka orangtua dan wali baptis diminta untuk menjaga anak-anak agar selalu hidup dalam terang Kristus sebagai putera puteri cahaya.


Kehangatan seusai upacara pembaptisan masih merajai atmosfer gereja. Saat foto bersama masing-masing keluarga baptisan berlangsung di momen spesial itu. Anak-anak adalah masa depan kita, masa depan Gereja. Kepada mereka kita menitipkan ajaran keselamatan junjungan kita Yesus Kristus agar mereka bisa menjaga kesakralannya serta mewariskannya kepada anak cucu mereka sampai akhir zaman. [ANN]

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today95
YESTERDAY1142
WEEK3962
Month9189
All255648

RC Facebook