Program "Ayo Sekolah" Paroki St. Ignatius

Dari Paroki St. Ignatius, Jalan Malang:

 

Selayang Pandang

Peluncuran Program “Ayo Sekolah” Paroki St. Ignatius

“Kemurahan hati  Anda mengubah masa depan mereka..” 

 

AyoSekolah2“Awalnya saya ragu-ragu, apakah saya bisa? Tapi percayalah bahwa Tuhan akan sempurnakan sisanya,” kata Imelda Tjandra, Ketua Seksi Pendidikan Paroki St. Ignatius. Dialah  yang mengundang dan menyambut PSE Regina Caeli dalam misa peluncuran Program Ayo Sekolah di paroki yang terletak kawasan Menteng ini. Selain wakil dari Paroki Regina Caeli  (Ursulla, Ase, Stefanie, Hansen), ternyata cukup banyak wakil dari paroki lain yang hadir sore itu. Mari lihat, dari Barat (Paroki Maria Kusuma Karmel) hingga Timur (Paroki St. Paskalis), pun Utara (Paroki St. Lukas) dan juga paroki tetangga kita (Paroki St. Philipus Rasul). Tentu saja tak ketinggalan hadir penggagas program ini, Yanto Wibisono dan istri beserta anaknya.

 

Misa dimulai tepat waktu, sesekali diselingi bunyi KA lewat. Saat homili, Pastor F.X. Pranataseputra, Pr berharap melalui Program Ayo Sekolah ini akan lebih banyak lagi putra-putri Katolik yang kurang beruntung dapat terbantu menuntut ilmu di bangku sekolah. Berbekal prestasi akademik yang dimiliki, diharapkan kelak mereka dapat hidup lebih baik. Kolekte kedua adalah wadah bagi mereka yang tergerak hatinya menjadi donatur atau penyokong gerakan ini. Saat misa hampir berakhir, Imelda Tjandra berdiri di ambo mengajak umat menyaksikan tayangan hasil kerjasamanya dengan Seksi KomSos, untuk menandai peluncuran Program Ayo Sekolah.


AyoSekolah1Tayangan dimulai dengan pemandangan tentang kepenatan masyarakat urban di  Jakarta yang padat dan kehidupan mereka yang tinggal di pinggiran rel KA yang tidak “manusiawi”. Berbanding terbalik dengan mereka yang bisa menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk sekali makan di mall-mall ibukota. Imelda Tjandra, dalam tayangan tersebut, mengajak bertandang ke rumah salah satu anak santun. Seorang gadis cilik yang tinggal bersama ayahnya, seorang satpam, beserta ibu dan adiknya. Program Ayo Sekolah diharapkan dapat mempertemukan si gadis cilik yang kurang beruntung dengan umat penyantun yang berkecukupan. Bahkan Mgr. Ign. Suharyo, Pr., Uskup Agung Jakarta, dalam tayangan tersebut mengatakan bahwa Ayo Sekolah adalah jawaban nyata atas tantangan iman. Tantangan iman disini adalah kemiskinan yang tidak dapat dipandang hanya sekedar masalah sosial. Harapan Bapak Uskup, semoga semakin banyak paroki yang terlibat dalam gerakan ini agar semakin banyak orang muda yang dapat mengalami kebaikan Tuhan. Akhirnya, lagu Ayo Sekolah yang diciptakan oleh Rm. Susilo, Pr. beberapa waktu yang lalu, untuk pertama kalinya dikumandangkan sebagai lagu penutup misa sore itu.


Nah, terbayangkah oleh Anda, anak-anak kita pada dua dekade mendatang menganggur, tidak bisa menafkahi diri sendiri, karena mendapat pekerjaan adalah hal yang menjadi super sulit? Sementara sesamanya di belahan dunia lain mendapatkan pendidikan yang layak sehingga mempunyai kesempatan menyongsong masa depan yang lebih baik. Maka bersiaplah untuk menjadi fondasi bagi kehidupan anak-anak kita melalui program Ayo Sekolah Ayo Kuliah yang akan segera diluncurkan PSE Regina Caeli. Pilihlah anak asuh anda. Choose your teen! <ANN

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today123
YESTERDAY152
WEEK813
Month5621
All288663

RC Facebook