Misa Penutupan Bulan Maria


Misa Penutup Bulan Maria:

 

“Semakin Sulit Perjalanan Hidup Kita,

Semakin Kuat Tuhan Memegang Tangan Kita”

 

Masih segar dalam ingatan kita, pada tanggal 1 Mei 2010 lalu, kita memulai Bulan Maria  dengan mengadakan Misa Pembuka Bulan Maria. “Satu bulan telah berlalu dan pada malam ini kita mengadakan Misa Penutup Bulan Maria. Penutup Bulan Maria bukan berarti bahwa devosi kita kepada Bunda Maria berhenti sampai di sini saja, tapi justru merupakan awal untuk kita lebih mendalami peran Bunda Maria dalam keselamatan”, demikian pengantar yang disampaikan Rm. Putranto, Pr (Rm.Uut) dalam misa ini pada Senin, 31 Mei lalu.


Misa dimulai pada pk.19.00 WIB, didahului dengan Doa Rosario pada pk.18.30 WIB yang dipimpin oleh ibu-ibu dari Legio Maria. Dalam homilinya Rm.Uut menyatakan bahwa setelah satu bulan menempuh permenungan akan Bunda Maria melalui Doa Rosario, seminar-seminar dan lain sebagainya, ada baiknya juga kita mencoba menghitung rahmat apa saja yang telah Tuhan berikan kepada kita. Salah satu rahmat yang kita dapat ialah kemampuan untuk berharap. ”Harapan adalah janji-janji yang Tuhan tanamkan dalam hati kita. Harapan tidak sama dengan keinginan. Keinginan bisa gagal atau salah, tapi harapan tidak pernah salah. Harapan walaupun belum dirasakan hasilnya tapi kita yakin bahwa Allah akan melaksanakannya,” tandas Rm. Uut.

      

Harapan ini juga yang menjadi teladan dari Bunda Maria untuk kita. Setelah 3 hari Yesus hilang, Bunda Maria menemukan-Nya di Bait Allah.  Begitu juga 3 hari setelah wafat, Yesus bangkit. Bunda Maria tidak pernah kehilangan harapannya. Ia tetap berharap untuk terwujudnya apa yang ia harapkan. ”Begitu juga dalam perjalanan hidup kita. Di tengah masalah-masalah yang kita hadapi, kita jangan sampai kehilangan harapan. Karena makin sulit perjalanan hidup kita, percayalah semakin kuat Tuhan memegang tangan kita,” pesan Rm. Uut kepada segenap umat.

      

Sangat disayangkan sekali, pada misa kali ini tidak banyak umat yang hadir. Bangku-bangku gereja tampak hanya terisi kurang dari 100 umat. Namun, seperti yang dikatakan oleh Rm.Uut, penutup Bulan Maria ini bukan berarti bahwa devosi kita kepada Bunda Maria berhenti sampai di sini. Artinya, marilah kita tetap setia meneladani Bunda Maria, berdevosi kepadanya melalui Doa Rosario, dan meminta Bunda Ratu Surgawi ini terus mendoakan kita dalam perjalanan iman kita menuju tanah terjanji. (AMYP).

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today168
YESTERDAY186
WEEK771
Month168
All289898

RC Facebook