Pada Pesta Bunda Maria Ratu Surgawi,
kita diingatkan akan Doa Angelus (Doa Malaikat Tuhan).Doa Angelusadalah sebuah doa untuk
mengenangkankabar suci dari Malaikat
Gabriel kepada Bunda Maria (Angelus Domini Nuntiavit Mariae). Doa
Angelus merupakan sebuah pengakuan iman atas Karya Keselamatan Allah di
mana Sabda Allah telah menjadi daging melalui rahim Perawan Maria melalui Kuasa
Roh Kudus. Isi pokok dari Doa Angelus adalah pengulangan tiga
kali ‘Doa Salam Maria’ bersamaan dengan bunyi bel (Puji Syukur No. 15). Selama
Masa Paskah Doa Angelus diganti dengan Ratu Surga/Regina Coeli/Regina Caeli
(Puji Syukur No. 16). Bunyi belitu
dipersembahkan kepada Malaikat Gabriel yang membawa kabar sukacitadari Allah kepada Perawan Maria.
Umat Katolik
mempunyai kebiasaan mendaraskan Doa
Angelus sejak tahun 1263 oleh Santo
Bonaventura. Doa Angelus didaraskan tiga kali sehari, yaitu pukul 06.00, 12.00, dan
18.00. Doa Angelus yang diucapkan pada pagi hari adalah untuk menghormati
kebangkitan Yesus; pada sianghari
adalah untuk menghormati sengsara Yesus; dan pada senja hari adalah untuk
menghormati peristiwa inkarnasi (Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan kita
semua): “Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar
untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia,
yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan
menurut Roh.” (1 Petrus 3:18)
Kita umat Katolik pada umumnya dan umat
ParokiRegina Caeli pada khususnya yang berlindung pada Ratu Surga seharusnya
memanjatkan Doa
Angelus setiap
hari. Ketika waktu Doa
Angelus tiba, kita
sebaiknya menghentikan sementara semua kesibukan kita dan mulai mendoakannya.
Dengan mendoakan Doa
Angelus, kita
menghormati Bunda Maria yang dipilih Allah secara istimewa untuk ikut dalam
karya keselamatan Allah dan sekarang menjadi Ratu Surga. Dengan memanjatkan Doa Angelus, kita pun mensyukuri
keselamatan yang telah diberikan Allah kepada kita. Marilah kita
menjadikanDoa Angelus sebagai kebiasaan saleh dalam kehidupan kita. Tuhan
memberkati. (Romo Felix Supranto, SS.CC).