Pendalaman Kitab Suci

Dari Seksi Kerasulan Kitab Suci: 
 
Pendalaman Kitab Suci
       
Sudah sering dilontarkan, dibandingkan dengan saudara-saudara kita dari gereja Kristen Protestan, kebanyakan umat Katolik kurang begitu bergelut dengan Kitab Suci. Memang, salah satu penyebabnya adalah karena pusat ibadat umat Katolik adalah Ekaristi, sedangkan pusat ibadat saudara-saudara kita itu adalah Firman Tuhan. Namun, kendati begitu, tidak berarti umat Katolik mengenyampingkan Firman Tuhan. Entah sendiri-sendiri ataupun dalam kelompok, umat Katolik didorong untuk terus mendalami Kitab Suci.
Sebenarnya kesadaran umat Katolik untuk membaca Kitab Suci dewasa ini sudah jauh bertumbuh dibandingkan masa-masa lalu. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan2 yang seringkali dilakukan seperti: Kursus Kitab Suci, Pendalaman Kitab Suci, Seminar seputar Kitab Suci dll. Namun dari setiap kegiatan seperti itu, baik di tingkat paroki maupun lingkungan, kita melihat hanya sebagian kecil umat yang mau ambil bagian, berbeda sekali dengan kegiatan seperti koor ataupun doa rosario. Pertanyaannya: mengapa begitu?
      
Ternyata memang ada beberapa alasan mengapa umat enggan datang ke acara Pendalaman Kitab Suci. Antara lain yang sering dikemukakan adalah: kesannya berat, eksklusif, mesti mikir, takut ditanya, takut diminta sharing, kurang mengerti, pembimbingnya atau pemandunya tidak menarik.
      
Apakah benar demikian? Sekarang kita tidak akan menjawab keberatan2 tersebut, namun kita sadari bersama bahwa kalau hal itu tidak pernah kita mulai, untuk seterusnya kita akan terus mengalami ‘ketertinggalan’ dalam mendalami Firman Tuhan. Seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”,  maka kita tidak akan memiliki kerinduan terhadap Firman Tuhan tanpa usaha untuk ikut mendalaminya. Mudah2an setelah mau mengalami sendiri dengan datang ke Pendalaman Kitab Suci akan sungguh dirasakan betapa luar biasanya kuasa dari Firman Tuhan dalam meneguhkan dan menuntun kehidupan kita untuk lebih dekat dengan-Nya. Bagaimana mungkin kita dapat mengenal kehendak Tuhan dalam kehidupan kita, kalau kita sendiri tidak membuka diri untuk ditaburi Firman-Nya?

      

Kalau kita mengingat kembali akan Visi Misi Paroki Regina Caeli “Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Persaudaraan, dan Berbuah dalam Pelayanan”, maka hal pertama yang mendasari semuanya haruslah terlebih dahulu berakar dalam iman, barulah kemudian kita akan bertumbuh dan berbuah yang baik.

      
Berikut ini beberapa kutipan ayat Kitab Suci yang menyatakan mengapa untuk lebih berakar dalam iman kita perlu mendalami Kitab Suci:
  • Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. (Mat 4: 4)
  • Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. (Rom 1:16-17)
  • Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim 3:16)
  • FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Maz 119 :105)

Mari, kita tumbuhkan sikap positif untuk menjadikan Kitab Suci (Firman Tuhan) sebagai suatu kerinduan untuk lebih mengenal Allah. Jadikan FIRMAN-MU KERINDUANKU!  (Natalia Gunawati)

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today44
YESTERDAY164
WEEK898
Month5706
All288748

RC Facebook