Editorial - Lingkungan Hidup yang Sehat

Lingkungan Hidup yang Sehat

Pada awal mulanya Allah menciptakan alam semesta dengan baik, indah dan sangat sempurna. Manusia pun diciptakan-Nya menurut gambar-Nya, artinya manusia diberi kesempurnaan melebihi segala mahluk yang ada untuk memelihara alam semesta. Namun apa yang terjadi? Manusia yang diciptakan Tuhan itu tidak mengindahkan-Nya dan manusia jatuh ke dalam dosa. Manusia menjadi serakah dan haus memuaskan kebutuhan dirinya sehingga mereka lupa kepada Allah yang menciptakannya.

Manusia-manusia di abad moderen ini seenaknya membabat hutan, menguras isi perut bumi, mencemari laut dan lingkungan hidup sehingga bumi ini tidak lagi nyaman dihuni.
 Oleh karena itu pada APP yang ke-empat ini, sebagai umat katolik kita diajak untuk peduli terhadap lingkungan yang sehat. Lewat Nuh, Allah menganjurkan : Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi. Akan takut dan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan (Kej 9:1-2). Demikianlah Allah mempercayakan bumi ciptaan-Nya kepada manusia.
Apakah berarti manusia boleh sebebas-bebasnya menguasai bumi? Marilah kita bandingkan dengan firman ini : Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan. Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia (Kej 9: 5). Artinya nyawa manusia sungguh berharga dan akan dilindungi Tuhan. Di sini Tuhan juga mau berbicara jangan semena-mena menggunakan kesempatan yang diberikan Tuhan. Hendaknya manusia harus sadar dan bijaksana dalam mengelola isi bumi ini.
Lewat Nuh pula, Tuhan berjanji tidak akan menghancurkan lagi bumi ini dengan air bah dengan mengatakan : Busur-Ku Ku-taruh di awan, supaya menjadi tanda perjanjian Aku dan bumi. Apabila kemudian Ku-datangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala mahluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.. (Kej 9:13-15).
Maka sebagai akhir dari pertemuan APP 2008 ini, marilah kita bertobat dan merubah perilaku hidup kita untuk bersikap peduli kepada sesama dan lingkungan hidup kita. Semoga bumi yang kita pijak akan semakin nyaman sehingga kita senantiasa memuji dan memuliakan-Nya.                     (Bernardus Gunawan Y. Surya).
 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today44
YESTERDAY407
WEEK1787
Month12825
All259284

RC Facebook