Renungan - Mengasihi, seperti Yesus Mengasihi
        Ada sebuah pertentangan tragis yang acap kali muncul dalam mengalaman hidup kita: cinta dan pengkhianatan. Pertentangan ini tidak asing lagi bagi telinga dan pengalaman hidup kita. Hampir semua orang pernah mengalami apa yang namanya cinta dan pengkhianatan. Cinta Allah ditanggapi oleh manusia dengan pengkhianatan. Pewahyuan kehendak Allah di dalam perintah untuk saling mengasih ditanggapi dengan penyangkalan Petrus, yang sejajar dengan pengkhianatan Yudas. Dengan sapaan Yesus, anak-anak-Ku memperkuat kesan kita akan komitmen cinta Yesus bagi murid-murid-Nya. Sesudah itu menyusul sebuah kata perpisahan.
       

Karena Yesus tidak lama lagi akan berpisah dengan para murid, Ia memberi mereka sebuah perintah baru, yang jika ditaati akan menjaga iman akan Yesus tetap hidup di antara mereka. Para murid diperintahkan untuk saling mengasihi. Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi ( Yoh. 13:24 ). Adakah sesuatu yang baru di dalam perintah Yesus ini ?  Bukankah di dalam Perjanjian Lama, sudah ditulis, Dengarlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ul. 6:4-5).


    Hal baru di dalam perintah cinta kasih yang disampaikan oleh Yesus ialah ukuran dari cinta kasih manusia itu. Kita harus mencintai Allah sebanyak Allah mencintai kita. Kita mencintai Yesus sebanyak Yesus mencintai kita. Di sinilah letaknya kekhasan cinta Kristen. Kita mesti mencintai orang lain sebagaimana Yesus telah mencintai kita.


    Cinta yang demikian mengandung banyak konsekuensi. Mencintai orang-orang lain dengan cinta seperti cinta Yesus mengandung implikasi bahwa orang harus merendahkan diri sebagaimana Yesus telah merendahkan diri; orang harus mem-perhatikan orang-orang pinggiran sebagaimana Yesus telah memperhatikan orang-orang pinggiran; orang harus berkorban sebagaimana Yesus telah berkorban untuk banyak orang; orang harus rela mengampuni sebagaimana Yesus telah mengampuni orang lain; orang harus rela menderita sebagaimana Yesus telah menderita untuk kepentingan banyak orang.


    Sebagai anggota komunitas Kristen, kita hendaknya memancarkan cinta Kristus kepada sesama. Sebagaimana Kristus telah mencintai kita, hendaknya kita pun mencintai satu sama lain.  Amin. (JS)

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today4
YESTERDAY186
WEEK607
Month4
All289734

RC Facebook