Kursus Persiapan Perkawinan

Seksi Kerasulan Keluarga:

Kursus Persiapan Perkawinan

di Regina Caeli

 


Untuk melangsungkan pernikahan secara Katolik, Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) mensyaratkan untuk terlebih dahulu mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan. Kursus ini diatur dan diselenggarakan oleh dekenat-dekenat yang ada di KAJ.  Di Dekenat Utara, di mana Paroki Regina Caeli bergabung, kursus ini diselenggarakan secara bergilir di paroki-paroki yang berada dalam naungan dekenat tersebut.



Sebagai paroki yang baru, Paroki Regina Caeli baru dua kali mendapat giliran menyelenggarakan kursus tersebut, yaitu tahun 2009 dan tahun 2010. Keduanya dilakukan pada bulan Desember. Untuk tahun ini, kursus tersebut diadakan pada hari  Sabtu dan Minggu lalu (11 dan 12 Desember 2010), di aula Keluarga Kudus Nazareth, Regina Caeli.

kpp-10.jpgSebagai penyelenggara, Paroki Regina Caeli menyiapkan tim pengajar sendiri. Dari tujuh topik yang diajarkan, hanya dua topik yang diisi oleh pengajar dari luar, yaitu Kawin Campur yang dibawakan oleh Sutjipto dari Paroki Yakobus dan Seksualitas Perkawinan yang dibawakan oleh Dr. Tristiati dari Paroki Stella Maris. Bulan lalu, ketika Paroki Stella Maris menjadi penyelenggara, seorang pengajar dari Regina Caeli, Muliady Wijaya, juga diminta untuk terjun mengajar di sana untuk melengkapi Tim Pengajar dari Stella Maris.

      

kpp-5.jpgkpp-8.jpgLima topik yang dibawakan oleh pengajar internal Paroki Regina Caeli adalah: Hukum & Moral Perkawinan (oleh Romo Tommy Octora, Pr), Komunikasi Suami-Istri (oleh Riki Fadjar), Panggilan Menjadi Orangtua (oleh Lina H. Sarmili), Ekonomi Rumah Tangga (oleh Muliady Wijaya), Keluarga Berencana (oleh Dr. Meyta).

      

kpp-12.jpgkpp-11.jpgJumlah peserta yang mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan di Regina Caeli ini adalah 70 pasang, namun satu pasang tidak jadi hadir. Dari 70 pasang tersebut, ternyata 31 di antaranya adalah kawin campur. Itulah sebabnya Dekenat Utara secara khusus mengajarkan topik Kawin Campur dalam modul terpisah, sementara dekenat-dekenat lainnya hanya menyinggungnya dalam topik Hukum & Moral Perkawinan Gereja. Dari data-data yang ada, angka kawin campur tampak semakin meningkat tiap tahunnya, yang tentu saja harus menjadi perhatian Gereja Katolik.

      

kpp-9.jpgBeberapa peserta ketika diminta tanggapannya tentang penyelenggaraan kursus di Paroki Regina Caeli ini mengutarakan rasa sukacitanya atas panitia yang ramah dan muda-muda, pengajar yang bagus-bagus (hal ini terungkap juga dari evaluasi mereka terhadap setiap materi dan pengajar), makanan dan snack yang disajikan, serta transportasi yang disediakan. Tentu saja, semua ini bisa terselenggara berkat kerja keras panitia dari Tim Seksi Kerasulan Keluarga Paroki Regina Caeli, yang telah melayani dengan sepenuh hati. Bukankah hal inilah yang diamanatkan dalam Raker kita belum lama ini: “Menghadirkan Kristus dalam Hidup, Karya, dan Pelayanan”. Ini adalah langkah nyata yang kita wujudkan sehingga pasangan-pasangan yang akan menikah tersebut (juga yang berasal dari luar Katolik) merasakan kehadiran Tuhan Yesus yang penuh kasih dalam pelayanan yang kita berikan dengan tulus dan murah hati. (mw)

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today349
YESTERDAY439
WEEK1284
Month12322
All258781

RC Facebook