Family Gathering

Seksi Kerasulan Keluarga:

Family Gathering:

”You and I OK,

Everything Must Be OK”

 

Liburan panjang 27 – 29 November lalu dimanfaatkan oleh sebagian umat Paroki Regina Caeli untuk mengikuti Family Gathering di Pondok Remaja PGI, Puncak. Acara yang di adakan oleh Seksi Kerasulan Keluarga Paroki Regina Caeli ini  bertujuan untuk merefleksikan diri dan relasi antar anggota keluarga, khususnya orangtua dan anak.

 

famgath2.jpgAcara yang diikuti sekitar 180 peserta ini dibagi menjadi lima kelompok:  kelompok merah adalah pasutri (pasangan suami-istri), kelompok biru (SMA – karyawan), kelompok hijau (6 SD – SMP), kelompok kuning (3 SD – 5 SD), dan  kelompok orange (play group – 2 SD). Masing-masing kelompok mendalami tema yang sama, namun dilaksanakan secara terpisah dengan pembicara/pendamping yang memang sudah ahli dan biasa menangani masing-masing usia kelompok tersebut. Semuanya dari luar Paroki Regina Caeli.  Untuk kelompok pasutri, panitia menghadirkan pembimbing utama Fidelis Waruwu. Untuk kelompok SMA dan karyawan, pembimbingnya adalah Johan dan tim dari famgath7.jpgKomunitas Keluarga Kudus Allah. Untuk kelompok remaja (6 SD – SMP), pembimbingnya adalah  Agung. Untuk kelompok anak-anak (3 SD – 5 SD), pembimbingnya adalah  Uci dan tim. Sedangkan untuk kelompok anak-anak, pembimbingnya adalah Adeline.  Kedua pastor paroki kita, Romo Putranto, Pr dan Romo Tommy Octora, Pr, ikut membimbing untuk hampir semua kelompok secara bergantian dan juga mengisi acara-acara utama dan bersama, seperti Misa Pembuka dan Penutup, Sakramen Pengakuan Dosa, dan acara Rekonsiliasi. Bahkan dalam Misa Pembuka Romo Felix Supranto secara khusus datang, sehingga Misa tersebut dipersembahkan secara konselebrasi oleh ketiga pastor paroki. Ini menunjukkan perhatian yang luar biasa para pastor paroki kita terhadap acara Family Gathering, demi membangun keluarga-keluarga sebagai umat basis yang paling inti.

      

famgath9.jpgSelain dari sesi-sesi yang mengupas materi-materi yang berhubungan dengan relasi dan kehidupan dalam keluarga, acara Family Gathering ini sarat dengan permainan-permainan bersama. Untuk itu panitia telah mendatangkan juga pembawa acara yang mampu menghadirkan suasana penuh sukacita, yaitu Thomas.  Maka, keseluruhan acara praktis dilaksanakan dalam suasana penuh kegembiraan.

       

famgath8.jpgYang patut dicatat, acara yang semula dirancang untuk keluarga-keluarga di Regina Caeli ini, ternyata hanya diikuti oleh kurang lebih 60 % umat Regina Caeli. Selebihnya adalah keluarga-keluarga yang berasal dari luar paroki: Pluit, Cengkareng, Tangerang, Kedoya, Grogol, Meruya. Hal lain yang juga patut dicatat, ternyata ada cukup banyak peserta yang bukan Katolik ikut dalam acara yang dirancang dengan sangat cermat oleh Panitia dari Seksi Kerasulan Keluarga ini. Acungan jempol memang pantas diberikan pada mereka. Apalagi semua peserta, dari anak-anak sampai orangtua, sungguh merasakan acara ini sebagai acara yang LUAR BIASA, bermanfaat dan meneguhkan, sangat rapi dan apik.

 

Hasil Questioner

      

famgath5.jpgSeusai rangkaian acara Family Gathering ini, panitia mengedarkan questioner untuk mengetahui pendapat peserta tentang tempat penyelenggaraan, makanan, pembicara dan acara.

      

Tentang pembina dan pembicara dalam rangkaian acara Family Gathering ini, dari 83 orang yang mengisi questioner ada 33 menjawab sangat bagus, 40 menjawab bagus, 8 menjawab cukup, dan 2 menjawab kurang. Alasan untuk jawaban mereka antara lain: pembina menguasai materi, pembina sungguh berkualitas, mereka adalah the right person and right job, jelas dan gampang dimengerti, pembina sangat berpengalaman dan profesional.

      

Untuk acara Family Gathering itu sendiri, dari 81 peserta yang menjawab, ada 19 orang mengatakan sangat memuaskan, 51 orang memuaskan, dan 11 orang cukup memuaskan. Komentar-komentar mereka antara lain: mohon diadakan tiap tahun, acaranya sangat bagus dan ingin ajak teman dan saudara untuk ikut mengalami,  acara games-nya menarik, kalau bisa ada games melibatkan satu keluarga dalam satu tim, banyak mendapat pelajaran dan masukan yang positif, sangat berguna dan aplikatif, sayang materi acara tidak diinformasikan sebelumnya sehingga banyak yang tidak ikut padahal sangat bagus sekali untuk kehidupan keluarga, tidak pernah terpikir ada acara sebagus ini dan terimakasih untuk panitia yang sudah kerja keras, bermanfaat sekali bagi orangtua terutama untuk pendidikan anak, waktu berkumpul bersama keluarga cukup banyak walaupun tidak bersama di setiap sesi.

 

Komentar Peserta Family Gathering

      

Selain komentar dalam questioner itu, Warta RC juga berkesempatan meminta komentar beberapa peserta secara langsung. Syarif dan Jessica, yang bukan berasal dari keluarga Katolik, mengikuti acara ini karena keinginan kedua putra kembar mereka yang saat ini adalah katekumen. Pada awalnya mereka berpikir hanya ikut untuk menemani dan memantau anak-anak mereka, namun pada saat mereka mengikuti acara dalam kelompok pasutri,  mereka merasa bahwa materi acara sangat menarik dan mereka mendapatkan sesuatu yang berharga, tentang bagaimana berelasi antar anggota keluarga. Menurut mereka, acara kali ini sangat bagus, tempat diadakan nya pun tidak sulit untuk didatangi, hanya saja waktunya kurang begitu tepat karena pada hari Senin (30/11) anak-anak akan menjalani ujian sekolah. Namun terlepas dari itu mereka sungguh merasakan mendapatkan pengalaman indah. Mereka menjadi lebih dapat mengintropeksi diri lagi, karena dalam kesibukan kesehariannya mereka kurang meluangkan waktu bersama keluarga. Bapak Syarif juga memberikan masukan kepada panitia apabila mengadakan acara ini lagi, lebih baik waktu istirahat atau coffee break-nya jangan terlalu sering karna hal itu mengurangi waktu untuk penerimaan materi dan juga mengganggu konsentrasi.

      

Icha dan Rebecca, dua peserta  yang tergabung dalam kelompok kaum muda (SMA – karyawan) mengutarakan, acaranya sangat bagus. Pada awalnya mereka pikir acara ini akan sangat membosankan, ternyata materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi mereka. Mereka mendapatkan teman-teman baru dan semakin akrab dengan yang sudah mereka kenal sebelumnya. Mereka memberikan usulan supaya panitia lebih banyak senyum, jadi tidak terkesan cuek. Tentang tempat penyelenggaraan, mereka berpendapat cukup nyaman. Hanya saja, kata mereka,  masih banyak nyamuk di kamar. Dan untuk selanjutnya mereka mengusulkan agar dapat diadakan lagi, namun kalau bisa ada juga yang khusus kaum muda saja.

      

Selain peserta, Warta RC juga berkesempatan mewawancarai beberapa pembina. Pembina remaja Johan, Yeye, Tony, dan Nana, yang diwawancarai secara serentak, mengungkapkan bahwa acara kali ini sudah berjalan dengan baik dan seharusnya bisa diadakan setiap tahun. Materi utama yang diberikan oleh panitia sudah cukup bagus hanya saja harus lebih terorganisir. Kesulitan yang dihadapi ialah para remaja ini tidak mudah terbuka dan membagi pengalamannya. Tapi di materi Cross Celebration para peserta remaja ini sempat sangat tersentuh karena mereka diberi tugas untuk menulis surat kepada Tuhan Yesus dan menumpahkan segala keluh kesah yang mereka alami. Selain itu, mereka sungguh-sungu antusias untuk mementaskan drama yang ditampilkan sebagai pengganti homili dalam Misa penutup. Pesan dalam drama itu sangat bagus, karena mereka menyampaikan apa yang menjadi inti utama dalam acara Family Gathring ini.

      

famgath1.jpgSelamat untuk Seksi Kerasulan Keluarga dan para panitia yang telah berusaha keras untuk memberikan yang terbaik dalam acara Family Gathering ini. Semoga apa yang telah ditabur dalam acara Family Gathering ini sungguh membawa hasil bagi relasi antar anggota keluarga yang mengikuti acara tersebut. (Paulina)

 
 

Warta RC Digital

Banner

Visitor Statistics

Today34
YESTERDAY164
WEEK888
Month5696
All288738

RC Facebook